Beblog's











{Mei 20, 2009}   Laki-laki Tak Bersunat Berisiko Kanker Penis!

Sunat dikatakan dapat membantu mengurangi risiko seperti penyakit menular seksual. Namun ternyata tak hanya itu. Sunat juga mengurangi risiko terkena kanker penis. Dengan kata lain, para pria yang tidak sunat berisiko terkena kanker penis.

Demikian diungkap Urolog Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta Dr Rachmat B Santoso. “Penyebabnya adalah infeksi kronis pada orang yang tidak cirkumsisi (sunat),” kata Rachmat. Laki-laki yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis.

Persoalan utamanya adalah tidak higienisnya alat kelamin laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis tidak terjamin kalau tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang yang kena kanker penis adalah adanya luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan merasa nyeri pada penis bahkan terjadi pendarahan dari penis. Biasanya ini terjadi pada stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis.

Pengobatan kanker penis bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor. Cara pertama adalah penektomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya maka yang panjang penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” katanya. Cara yang lain bisa berupa kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun.

Yang namanya sunat bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu cara konvensional dan modern. Cara konvensional maksudnya dengan operasi, sementara yang modern dengan menggunakan sinar laser.

Kita telah tahu juga kalau cara konvensional atau operasi pasti tidak jauh-jauh dari suntikan anestesi / bius, untuk mengurangi atau menekan rasa sakitnya.
Suntikan anestesi untuk sunat dilakukan bukan pada kepala penis, melainkan pada batang penis.
Tentu saja yang namanya suntikan itu sakit, tapi suntikan bius ini akan sangat membantu dalam menekan rasa sakit yang dihasilkan saat Dokter / Mantri memotong dan menjahit ujung kepala penis. Bahkan menurut survei, berkat suntikan bius, rasa sakit saat sunat relatif tidak terasa.

Dari aspek seberapa besar area frenulum yang dipotong, ada 3 jenis sunat cara konvensional yang sudah dikenal di masyarakat, yaitu: tight circumcision, moderat circumcision and loose circumcision.
Masalahnya untuk sunat yang ketat, agaknya bisa menimbulkan masalah kalau sunat ini dilakukan di saat umur sudah agak dewasa, karena kita bisa bayangkan betapa jahitan di penis itu akan “menyiksa” dan dikhawatirkan jahitan itu akan gampang robek.

Mengenai sunat yang high (tinggi) dan tight (ketat), ada baiknya sunat dilakukan dengan masih menyisakan sedikit bagian frenulum, karena frenulum merupakan titik sensitif seksual pada penis, kalau sebagian besar atau seluruh bagian frenulum kena dipotong dan dijahit, maka besar kemungkinan tidak akan jadi titik sensitif lagi.


Seperti yang sudah disinggung sedikit di atas, bahwa ada prosedur sunat modern, yaitu dengan menggunakan sinar laser. Nama alatnya adalah LASER CO2 SURETOUCH dari Sharplan, tentunya prosedur ini dilakukan dibawah kendali dokter yang sudah sangat berpengalaman.

Keuntungan penggunaan laser CO2 adalah : operasi cepat, perdarahan tidak ada/ sangat sedikit, penyembuhan cepat, rasa sakit setelah terapi minimal, aman dan hasil secara estetik lebih baik.. dan prosedur ini cocok untuk sunat yang dilakukan pada umur – umur agak dewasa seperti anda; karena rasa sakit, yang ditimbulkan oleh sunat cara operasi untuk orang sudah cukup berumur, lebih parah daripada jika dilakukan pada usia muda dan lukanya pun agak lama sembuhnya. Kelemahan dari cara laser adalah masalah harga.

Rasanya supaya lebih berimbang, kita perlu memperhatikan pendapat para ahli yang kontra terhadap sirkumsisi.
Berbeda dari penemuan-penemuan sebelumnya yang menyarankan sunat bagi kesehatan/kebersihan, mereka menemukan beberapa keuntungan kulup dari segi medis.

a. Genital Integrity. Keutuhan genital. Kalau mengakui bahwa manusia dilahirkan dengan fungsi-fungsi lengkap maka demikian pula alat kelaminnya. Kulit kulup menyelimuti hampir setengah dari seluruh kulit penis. Dan apabila kulit itu dibuka lebar-lebar, ukurannya bisa mencapai 90 cm2.

b. Proteksi. Kulit kulup melindungi kepala penis dari kekeringan, pengapalan (keratinisasi), abrasi. Apabila orang disunat masa kanak-kanak dan remaja, akan terlihat warna kulit yang berbeda dari kulit batang sekitar kepala penis dan kulit batang di pangkal penis. Biasanya dari kepala penis beberapa sentimeter darinya berwarna lebih muda daripada sesudahnya – dibatasi oleh luka sunat. Kulit yang berbeda warna ini menandakan bahwa kulit di kepala penis dan batang sekitarnya dahulunya lebih lembab dan sensitif. Kalau disunat sejak bayi maka tidak ada perbedaan jauh antara kulit batang dan kepalanya. Semuanya hampir sama.

c. Jurnal oleh Taylor, dkk menemukan adanya jaringan kulit yang terdiri dari implus syaraf seksual dalam kulup. Bagian ini disebut ridged band. Lihat : research.cirp.org

d. Aksli gliding. Kulup merupakan satu-satunya bagian dari penis yang “bergerak”. Dalam banyak aktivitas seksual kepala penis dan kulit kulup bekerja sama. Keluar masuk menggesek kulit kulup dan kepala penis. Tindakan menggesek kulup keluar masuk kepala penis ini sangat merangsang karena simpul saraf dalam kulup terangsang oleh gesekan kepala penis tanpa bersentuhan langsung dengan kulit tangan. Kenikmatan akibat gesekan kulit kepala dengan kulit kulup ini tidak bisa dimengerti oleh orang yang disunat sejak lahir/sejak masa kecilnya.

Degradasi sensitivitas kepala penis akan menurun dan cara bermasturbasinya akan berubah. Karena pusat sensitivitasnya hilang, banyak yang beralih ke bekas luka sunat, pangkal penis, dsb. Banyak orang sunat yang menganggap bahwa bekas luka sunatnya sensitif. Berbeda dengan orang berkulup yang lebih senang memainkan ujung penisnya dibandingkan pangkal.

Untuk hubungan heteroseksual, kepala penis yang sudah disunat berfungsi sebagai katup satu arah/pembuka saja, yang membawa cairan vagina ke udara luar/mengering sehingga dalam hubungan seksual butuh pelumas buatan. Berbeda dengan penis berkulup, dengan dengan cepat mengeluarkan carian apabila kulit kulup digesek dengan kepala penis, untuk menghasilkan pelumas alami.

Cairan pelumas alami ini muncul dan dilindungi oleh kulit kulup yang menutup saat kopulasi.

e. Penelitian kulit kulup oleh Taylor dkk selanjutnya membuktikan banyaknya simpul saraf reseptor yang disebut Meissner Corpuscles yang membentuk jaringan sensory utama dalam penis. Kulit kulup teridiri dari 10.000 sampai 20.000 simpul saraf yang peka terhadap sentuhan dan gesekan, perubahan suhu dan gradasi tekstur jaringan.

f. Frenulum, jaringan kulit berbentuk Y yang ada di kepala penis bagian bawah. Inilah tempat bersatunya kulit kepala penis dan kulit kulup. Sejenis dengan jaringan frenula kulit dibawah lidah kita (jaringan tipis penghubung lidah dan bawah mulut) . Banyak orang belum sunat merasakan kalau iniliah G Spotnya pria. Tergantung jenisnya, frenulum banyak dirusak/dibuang oleh operasi sunat.

g. Penis banyak memiliki pembuluh darah arteri dorsal dan vernal yang berfungsi memberi makanan pada sel-sel kulit dan menunjang pertumbuhan sel. Banyak pembuluh darah ini memiliki jalur dua arah /bolak balik. Pada operasi sunat pembuluh darah ini dirusak dan atau menjadi buntu. Efeknya sekitar kulit batang dekat kepala penis banyak pembuluh darah yang mati karena terputus oleh operasi.

h. Pertahanan kekebalan tubuh. Bagian kulup yang disebut muscosa yang lembut berfungsi menghasilkan sel-sel plasma, yang menghasilkan antibodi immunoglobin, protein anti bakteri dan virus, seperti lysozyme. Semua bagian mucosa pada tubuh manusia, termasuk mulut, mata, vagina, kulup dan anus adalah benteng pertama tubuh dalam pertahanan penyakit. Banyak penelitian justru membuktikan bahwa orang berkulup memiliki resiko terkena chlamydia dan penyakit menular seksual lainnya yang lebih rendah.

i. Sel langerhaens. Sel ini mengeluarkan sejenis protein yang diduga berfungsi mengendalikan infeksi dari virus termasuk AIDS (penelitian masih berlanjut).

j. dsb

Beberapa fakta tentang sirkumsisi :

a. Ikatan Dokter Anak Amerika sudah melarang orang tua menyunatkan anaknya dengan membiarkan anaknya memutuskan sendiri setelah ia dewasa.

b. Sirkumsisi diterapkan pertama kali oleh kaum di Afrika Timur, jauh sebelum masa-masa Abraham/Yahudi. Tindakan ini dilakukan sebagai ritual pemurnian.
Karena saat itu dikenal bahwa kulup sumber kenikmatan yang merupakan “dosa”.

c. Sunat diterapkan kepada kaum pekerja dan budak di Mesir kuno supaya mereka tidak bermasturbasi dan tidak perlu mencuci kulup (lebih irit pemeliharaannya di padang gurun dimana air dianggap sangat berharga). Keluarga firaun dan bangsawan Mesir tidak disunat.

d. Bangsa Romawi dan Yunani sangat memuja kulup. Dan mereka menerapkan paham dan hukum-hukum yang mencegah operasi sirkumsisi. Salah satunya penggunaan aksesoris penis kynodesme.

Sumber : Di ambil dari berbagai situs



agung says:

tulisannya gak kelihatann.!!!
ganti dong



Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: